Dalam Sepersekian Menit Pagi Ini

Pernah tidak kamu merasa dirimu cantik?

Atau sebaliknya, tidak cantik?

Aku pernah.

Lagunya 2ne1. Musiknya asik. Liriknya kurang suka..

Ugly by 2ne1. Musiknya asik. Liriknya kurang suka..

Pernahkah kamu merasa dirimu cantik?

Atau sebaliknya, tidak cantik?

Aku pernah.

Dengan figur yang super duper jauh dari Raisa atau Maudy Ayunda, opsi kedua lebih sering terjadi.

~ Hahaha lagian berani-beraninya membandingkan diri dengan duo cantik itu!! ~

Tapi bukan itu inti pembicaraan ini..

Bersyukurlah kalau opsi pertama yang sering kamu alami.

Karena kamu memang cantik, semua perempuan cantik.

Pagi ini, sebelum berangkat kerja, aku lama berdiri di depan cermin.

Aku menatap lekat-lekat perempuan yang sering kubilang jelek itu.

Dia menatapku balik dengan ekspresi bingungnya.

Aku lalu memegang rambutnya, menyisirnya hati-hati agar tidak membuat helainya patah.

Diam-diam aku berpikir lagi.

Sebenarnya perempuan di seberang dimensi itu tidak terlalu jelek.

Tidak cantik, ya tapi tidak jelek juga.

Aku menatap lekat padanya lagi. Kali ini matanya.

Aku suka sekali matanya. Bulat dan cokelat. Tidak jelek.

Rambutnya tidak tebal, tapi hey, sungguh, tidak jelek.

Hidungnya tidak mancung, pipinya tidak tirus, bibirnya pucat,

tapi hey! Ayolah, makeup ada untuk menyempurnakan, bukan?

A touch of it will makes our face look fine, really.

http://www.searchquotes.com

Listen! Listen!

Di tengah monolog random itu, sesuatu seperti menyusup berbisik.

Ia bilang, “Meski tidak cantik, bersyukurlah masih diberi kelengkapan indera.”

Aku diam. Ia benar.

Ku perhatikan panca indera perempuan itu. Lengkap.

“Bagaimana kalau salah satunya tidak ada?”

Aku tidak berani menjawab. Alih-alih menjawab, pikiranku berkelana ke rumah penyandang cacat.

Aku rasa mereka akan sangat kecewa pada orang-orang seperti aku, yang mengeluh pada ‘kesempurnaan’ hanya karena tak mendapatkan label cantik.

Aku rasa mereka akan sedih sekali jika membaca pikiran orang-orang seperti aku, kita, yang masih mengeluh tidak cantik hanya karena satu-dua jerawat di pipi atau sedikit gumpalan lemak di perut atau karena jari-jari yang tidak lentik.

Lalu, bagaimana dengan mereka?

Yang tidak bisa melihat hujan, yang tidak bisa mendengar suara ombak, yang tidak bisa menginjak rumput basah karena setelah disirami atau yang tidak bisa bersenandung bersama sahabat?

Dalam hati, mereka mungkin lebih pantas mengeluh, tapi kenyataannya, tidak sedikit yang demikianlah yang sering kali lebih bersyukur karena masih di beri hidup. Kita kadang terkecoh oleh tampilan raga dan lupa akan nafas yang lapang ini.

Aku iya, kamu?

Jadi, dalam sepersekian menit pagi tadi, aku merasa bersalah dan serakah.

Lalu aku melihat lekat lagi pada perempuan yang sering kubilang jelek itu.

Diam-diam aku minta maaf lalu memasangkan senyum di wajahnya.

Hemm, kupikir dia kini lebih cantik….

Alhamdulillah

-Re-

http://picasaweb.google.com

Say it to yourself, girls!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s