The Moffatts Farewell Tour 2017: Kenangan Cinta Monyet, Mimpi, dan Euforia

 If life is so short,
why won’t you let me love you before we run out of time?
– The Moffatts –

img_20170220_121342_989

My precious collections, The Moffatts cassettes from 90’s era

Suatu hari di bulan Oktober 2016, sahabat masa SMP menyebut nama saya dalam sebuah postingan Facebook milik TB Putera. Isinya tentang promo konser The Moffatts di Jakarta. Sedikit tidak percaya awalnya, tapi saat saya cari tahu detil infonya, bukan main senang rasanya. Sejak itu saya tahu, salah satu mimpi saya akan segera terwujud di 20 Februari 2017. Aaw!

Sedikit flashback. Sekitar tahun 2000, The Moffatts pernah datang ke Indonesia dan konser di Jakarta, tepatnya di Tennis Indoor Senayan. Saya masih inget, kala itu Harapan Jaya, band-nya si Edi Brokoli, menjadi opening act bagi konser dunia The Moffatts. Saya masih ingat, vokalis Harapan Jaya sempat cranky karena sound system saat mereka manggung jelek, lalu dia pundung sendiri di panggung hahaha. Saya juga masih ingat, dulu harga tiket konser The Moffatts cuma nggak lebih dari Rp200.000,-. Tapi sayangnya dulu semua keseruan itu cuma bisa saya baca di majalah remaja Kawanku. Saya sebagai fans berat Moffatts bau kencur nggak dapat izin nonton konser dari orangtua. Ouch, patah hati eneng, Mak! Pupus harapan bertemu my teenage crush Scotty, CT, Duke & Big D.

Hmmmm, sejak itu pun saya menghibur diri dengan berjanji untuk nonton konser mereka selanjutnya. Tapi… [hening], sekitar setahun setelah album Submodalities yang saya acungi jempol kemajuan pesat musiknya, ternyata The Moffatts sudah keburu bubar sebelum sempat datang lagi ke Jakarta!! And so my absence at their 2000 concert became one of my biggest regrets, EVER! MAKANYA, begitu saya tahu mereka bakal manggung di Jakarta, cus nggak pake nunggu, saya langsung ajak geng-fans TMFT #generasi90an order tiket. Alhamdulillah, setelah 16 tahun berharap akhirnya saya bisa nonton The Moffatts juga!! :’)

img_20170220_214617_560

Golden ticket to my forever-first love

Meski sedikit kecewa karena Dave –yang notabene adalah bias saya– nggak ikut dalam tur ini, tapi saya dan geng tetap sumringah. Bagaimana tidak? Kami yang memang sangat mengidolakan The Moffatts saat remaja dulu disuguhi dengan lebih dari 15 lagu. Meski ada beberapa lagu yang tidak kami tahu karena merupakan lagu-lagu dari Same Same, debut solo Scott, dan Endless Summer, tapi kami tetap saja puas dengan playlist malam itu. Tidak banyak dari album Submodalities, tapi lagu hits seperti If Life Is So Short, I Miss You Like Crazy, Misery, I’ll Be There For You, Love, Crazy, dan Until You Loved Me mereka bawakan dengan apik. Maksud saya, kualitasnya benar-benar sama seperti dulu, seperti dalam kaset yang saya dengarkan belasan tahun yang lalu. Meski minus suara lead vocal Dave, yang harus saya akui membuat kesyahduan lagu sedikit kurang maksimal, tapi Scott dan Clint tetap bisa membawakan lagu dengan baik. Bob? Hehe posisi terbaiknya memang tetap di belakang drum saja, nggak perlu di vokal.

Ah, pokoknya malam itu, selama kurang lebih 2 jam, lagu-lagu dan euforia fans The Moffatts di Hard Rock Cafe Jakarta membuat saya rindu masa SMP, masa di mana masing-masing kami punya cinta monyet, antara Scott Andrew Moffatt, Clinton Thomas John Moffatt, Robert Franklin Peter Moffatt, atau David Michael William Moffatt. Tsah.. x)

P.S:
Thank you @flabbergastproductions for bringing @scottiammusic @clintmoffatt @bobmoffatt here to JKT. Bring them again 4 years from now.. with Dave 😉

This slideshow requires JavaScript.

Love from a heart that goes Bang Bang Boom,

-Resha-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s